IMG-20170111-WA0003

IMG-20170111-WA0003Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan tunai bersyarat kepada keluarga miskin, atau dalam istilah internasional dikenal dengan Conditional Cash Tranfer (CCT). Pogram ini berjalan dibawah Kementrian Sosial yang terselenggara sejak tahun 2007. Di kabupaten Pemalang sendiri  program ini mulai djalankan sejak tahun 2011. Program Keluarga Harapan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang memiliki kategori anak sekolah, balita, ibu hamil, disabilitas, dan lansia.

Di desa Botekan jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) sejumlah  138  kk/keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdiri dari 3orang ibu hamil, 61 anak balita, 105 anak SD, 55 anak SMP, 35 anak SMA, dan 9 orang lansia. Setiap kategori penerima manfaat harus melaksankan kewajibanya masing-masing. Berikut kewajiban kategori penerima manfaat.

1. Ibu hamil memiliki kewajiban untuk memeriksakan kehamilannya ke posyandu (faskes) sebanyak 4 kali dalam 3 trisemester, melahirkan oleh tenaga kesehatan di faskes ( fasilitas kesehatan),  pemeriksaan 2 kali sebelum bayi usia 1 bulan

2. Balita/ anak prasekolah memiliki kewajiban memeriksakan berat badan,imunisasi, dll ke posyandu

3. Anak sekolah harus terdaftar di sekolah/pendidikan kesetaraan, minimal kehadiran 85%

4. Disabilitas berat, yaitu pemeliharaan kesehatan sesuai kebutuhan, pemeriksaan kesehatan dengan kunjungan ke rumah (home care)

5. Lansia 70 tahun ke atas, yakni pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan/kunjungan ke faskes, mengikuti kegiatan sosial

IMG-20170111-WA0001Program Keluarga Harapan di desa Botekan berjalan dengan lancar. Setiap bulan peserta PKH / pengurus rumah tangga mengikuti kegiatan pertemuan kelompok (PK) dengan di dampingi oleh seorang pendamping. Dalam kegiatan pertemuan kelompok tersebut, peserta di berikan wawasan tentang kesehatan, pendidikan, ekonomi/sosial, serta ketrampilan. Kegiatan pertemuan kelompok sangat penting untuk peserta PKH karena dalam kegiatan tersebut peserta diberikan kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan mengeluarkan pendapat untuk mencapai solusi terbaik.

Peserta PKH di desa Botekan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama (RW 01 dan RW 02) terdiri dari 40 KPM, kelompok kedua (RW 03) terdiri dari 35 KPM, kelompok ketiga (RW 04) terdiri dari 36 KPM, kelompok keempat (RW 04 dan RW 05) terdiri dari 27 KPM. Daftar faskes atau fasilitas kesehatan  untuk desa Botekan ada tiga faskes yaitu posyandu Merak, posyandu Cendrawasih,dan posyandu  Merpati. Sedangkan jumlah fasdik atau fasilitas pendidikan ada tiga fasdik yaitu SD Negeri 01 Botekan, SD Negeri 02 Botekan, dan SMP Negeri 5 Ulujami.

Program PKH sangat bermanfaat untuk masyarakat khususnya masyarakat desa Botekan , selain memberikan bantuan tunai program ini sangat memotivasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih aktif memeriksakan ibu hamil maupun balita ke posyandu, menyekolahkan anak, anak tidak boleh membolos sekolah, dan lain-lain. Karena jika mereka tidak memenuhi kewajiban sebagai peserta PKH, maka bantuan akan dipotong bahkan tidak cairkan sama sekali.

Di desa Botekan sendiri, jumlah siswa sekolah semakin tahun semakin bertambah. Kesadaran akan pendidikan semakin tinggi. Hal ini diharapkan agar kesejahteraan sosial dapat meningkat secara terus menerus dan kesenjangan sosial di desa Botekan semakin menurun serta tingkat kemiskinan dan putus sekolah juga semakin menurun.

Sumber: Petugas PKH

Editor: Akhmad Mudhofir